Ayudia Sekar Kedaton, Rudi Susanto, Afu Ichsan Pradana · JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) 2026 · 2026
DOI: 10.36040/jati.v10i5.19122
Counts differ because each database indexes a different set of publications. We treat OpenAlex as the canonical count; Google Scholar is not shown (no API, and crawling it violates its ToS).
Gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat stunting masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia karena dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, menunjukkan bahwa prevalensi stunting nasional masih berada pada angka 21,5%. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah sebagian besar sistem digital pengelolaan data balita masih berfokus pada pencatatan dan monitoring pertumbuhan sehingga belum mampu memberikan rekomendasi informasi risiko stunting yang bersifat personal berdasarkan karakteristik data balita. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Content-Based Filtering untuk menghasilkan rekomendasi risiko stunting berdasarkan data antropometri balita. Metode yang digunakan meliputi pendekatan Design Science Research (DSR), pembobotan fitur menggunakan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), serta perhitungan kemiripan menggunakan Cosine Similarity. Data yang digunakan terdiri dari umur, jenis kelamin, dan tinggi badan balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 data balita yang di uji, terdapat 30 data berstatus Normal (41,1%), 23 data Stunting (31,5%), dan 20 data Stunting Berat (27,4%). Sistem ini mampu menghasilkan rekomendasi dengan nilai tertinggi sebesar 0,9999 sehingga metode Content-Based Filtering dinilai efektif dalam memberikan karakteristik data antropometri balita
No comments yet — start the discussion below.