Aishwarya Rai, Indah Hidayanti · Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology 2026 · 2026
DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14036
Counts differ because each database indexes a different set of publications. We treat OpenAlex as the canonical count; Google Scholar is not shown (no API, and crawling it violates its ToS).
Transformasi digital dalam pelayanan publik menuntut ketersediaan media komunikasi yang terstruktur dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang memiliki inovasi AMPERA (AMankan Produk Edukasi masyaRAkat) yang mengintegrasikan empat layanan utama, yaitu Permintaan Informasi, Pengaduan Masyarakat, Uji Cepat, dan Keterbukaan Informasi Publik. Namun, saluran akses menuju formulir layanan digital tersebut selama ini masih terbatas pada pemindaian Quick Response (QR) Code fisik pada media cetak, sehingga menimbulkan kesenjangan aksesibilitas (accessibility gap). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan serta merancang antarmuka website AMPERA berbasis single-page landing page sebagai pusat pintu masuk (single portal access). Metode perancangan sistem mengadopsi tahapan analisis kebutuhan dan perancangan antarmuka dari model Waterfall, yang meliputi pengumpulan kebutuhan fungsional dan non-fungsional, perancangan arsitektur informasi (wireframe), hingga penyusunan rancangan antarmuka visual beresolusi tinggi (high-fidelity mockup). Hasil penelitian ini menghasilkan cetak biru (blueprint) antarmuka website AMPERA yang mengintegrasikan profil inovasi, empat kartu layanan publik interaktif, Portal Edukasi sediaan farmasi dan pangan, pemutar media video sosialisasi, peta lokasi berbasis digital, serta kontak saluran komunikasi resmi. Hasil perancangan berupa cetak biru (blueprint) antarmuka website AMPERA yang mengintegrasikan kebutuhan informasi dan akses layanan publik dalam satu struktur halaman, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan website AMPERA pada tahap selanjutnya.
No comments yet — start the discussion below.