Reksa Leo Saputra, Bambang Pramono, Isnawaty Isnawaty · Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology 2026 · 2026
DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14040
Counts differ because each database indexes a different set of publications. We treat OpenAlex as the canonical count; Google Scholar is not shown (no API, and crawling it violates its ToS).
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor retail seperti fashion dan kuliner umumnya masih menangani pertanyaan pelanggan dan pencatatan pesanan secara manual melalui WhatsApp, sehingga menimbulkan keterlambatan respons dan ketidakkonsistenan data. Penelitian ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi arsitektur microservices untuk platform otomatisasi layanan pelanggan berbasis chatbot WhatsApp dan manajemen pesanan bagi UMKM. Sistem dipecah menjadi empat layanan independen — layanan core, layanan kecerdasan buatan (AI), layanan penghubung WhatsApp, dan frontend — yang dipisahkan berdasarkan perbedaan lingkungan eksekusi, tanggung jawab fungsional, dan kebutuhan isolasi kegagalan, kemudian dikontainerisasi dengan Docker dan diorkestrasi menggunakan Kubernetes. Pengembangan mengikuti Rational Unified Process. Evaluasi difokuskan pada dua atribut kualitas arsitektur, yaitu isolasi kegagalan dan skalabilitas, diuji menggunakan Apache JMeter serta penyuntikan kegagalan pada layanan AI dan layanan WhatsApp, dan dilengkapi pengujian penerimaan pengguna (UAT) kepada 20 pemilik UMKM. Hasil UAT menunjukkan tingkat penerimaan rata-rata 86,1 persen (kategori Sangat Baik). Pengujian skalabilitas pada beban 200 pengguna serentak menunjukkan tingkat kegagalan menurun dari 75,40 persen pada satu replica menjadi 0 persen pada tiga replica, dengan throughput meningkat dari 15,23 menjadi 72,89 permintaan per detik. Pengujian isolasi kegagalan membuktikan pemesanan manual dan akses marketplace tetap berfungsi ketika layanan AI dimatikan, serta chatbot pada halaman toko tetap berfungsi ketika layanan WhatsApp dimatikan. Disimpulkan bahwa arsitektur microservices sesuai diterapkan pada platform dengan karakteristik multi-runtime, multi-kanal, dan ketergantungan pada layanan eksternal seperti yang dihadapi UMKM sektor retail.
No comments yet — start the discussion below.